Masuk

Ingat Saya

Aksi Pencegahan Terorisme Level Negara dan Pemerintahan

Dalam postingan sebelumnya saya telah sedikit merumuskan bagaimana cara cara melakukan pencegahan terorisme skala kecil yang mudah mudahan jika dipraktekan dapat menjadi salah satu solusi untuk dapat mencegah atau minimal lebih meminimalisir sekian persen dari tindakan terorisme yang dengan trik trik tersebut, para ‘calon’ pelaku tindak kriminal berupa teror atau terorisme mengurungkan niatnya untuk melakukan kegiatan yang menurut saya sia sia tersebut, karena kalau mau meneror jangan cuman main bom sana sini, kalau tidak menghancurkan sebuah negara tidak layak untuk saya akui sebagai tindakan terorisme, hancurkan saja setiap negara, indonesia, amerika, arab, irak, iran, israel, semuanya, sehingga kita bisa memulai peradaban baru yang lebih pintar dengan belajar dari negara negara yang sudah kita hancurkan itu.

Oke… skip saja paragraf pertama, sekarang adalah sedikit ide yang muncul dari pemikiran yang saya dapat dan mungkin tidak dapat diterapkan atau mungkin ide ini adalah salah satu ide yang saya dapat dari mimpi saya tentang bagaimana negara atau pemerintahan dapat bekerja sama untuk menganggulangi atau bahkan mencegah terjadinya tindak kriminal terorisme, karena memang perbuatan jahat itu sangat sulit dilacak jika tanpa sebab dan akibat karena setiap orang berpotensi untuk melakukan tindak kejahatan tinggal dia mau melakukan atau tidak, dengan segala resiko yang diterima, langsung saja berikut ini beberapa poin poin kunci.

  • Kerjasama internal antar lembaga

Setiap lembaga negara seharusnya saling bekerjasama di dalam urusan kenegaraan untuk masing masing masalah, apapun masalahnya, sehingga tidak ada pengelompokan atau pengkotakan masalah yang ditangai, misal kerjasama antar kementrian perdagangan dan kementrian agama yang seakan akan terpisah antara bumi dan langit, akan tetapi seharusnya negara harus mengkondisikan permasalahan suatu kasus secara komprehensif, tidak dipisah antar satu urusan tertenu, sehingga sekecil apapun kekuarangan dari sebuah pemerintahan akan ditanggung oleh seluruh kementrian atau jika ada sesuatu hal yang kurang, masing masing kementrian seharusnya berlomba lomba untuk menambah baju yang lobang seperti pada nyanyian dododiro kumitir bedah ing pinggir, dondomono, jlumatono.

  • Memperkuat pertahanan dalam negeri

Akhir akhir ini, negara seperti berfokus pada pengembangan ke luar negeri, terutama kerjasama antar luar negeri, tetapi sepertinya fokus pemerintahan untuk kedalam negeri seperti sangat sedikit, entah itu fakta atau hanya sebuah opini yang dibentuk oleh media masa televisi dan koran. Namun saya rasa sebelum berurusan dengan tetangga alangkah baiknya untuk membenahi dahulu pakaian kita, serta bagian tubuh kita yang penuh luka, minimal memberikan pertolongan pertama jika tidak bisa membawa luka tersebut untuk dioperasi, dengan memperkuat pertahanan maka ancaman terorisme dari dalam negeri saya pikir juga akan berkurang

  • Kurangi isu politik tidak sehat

Selain masalah masalah pemerintahan, tidak luput juga masalah politik di luar pemerintahan maupun di dalam pemerintahan, saya tidak tahu apakah masalah ini bisa dihilangkan atau bahkan dikurangi, karena dalam benak saya, partai politik itu merupakan salah satu pilar dari negara yang harus beres di dalam pengelolaannya

  • Siap siaga menanggulangi kondisi darurat

Babak akhir atau goal dari beberapa poin diatas terutama pada tingkat persatuan dan kesatuan, merupakan sebuah keharusan di dalam sebuah negara terlebih pemerintahan yang bertugas, sehingga jika para aparatur negara mempunyai kekompakan atau persatuan, maka ke siap siagaan dari masalah masalah seperti terorisme, perekonomian dan masalah lain menjadi mudah untuk diatasi mengingat kita mempunyai sebuah dasar negara yang berbunyi persatuan dan kesatuan bagi seluruh rakyat indonesia tanpa terkecuali bagi anggota dpr, presiden, ustad, profesor, tukang sapu, pegawai, boss, pengusaha yang notabene hanyalah seorang rakyat sebuah negara

 

Itulah beberapa artikel yang saya pikir dapat dijadikan acuan atau minimal sebuah perenungan mengenai terorisme yang berlangsung, karena yang saya pikirkan adalah bukan saat kejadian terorisme itu berlangsung dan bagaimana cara mengusut komplotan teroris, karena saya pikir kegiatan terorisme itu tidak bisa diberantas karena kembali ke pokok pikiran yang saya pikirkan mengenai perbuatan jahat yang dimungkinkan dilakukan oleh setiap orang tanpa terkecuali. Intinya adalah bukan bagaimana memblok virus yang sudah menyebar, tetapi akan lebih baik jika mengetahui akar dari virus tersebut, karena layaknya sebuah jamur atau virus sekalipun, jika sel sel inti atau akarnya kita cabut maka secara otomatis akan hilang penyakitnya.

Ini bukanlah sebuah pernyataan seolah olah  seperti membalikkan telapak tangan, tetapi hal hal yang besar akan dapat kita raih jika kita mulai mencicil dari sesuatu yang terkecil, karena amannya sebuah negara tidak terlepas dari amannya sebuah rt atau bahkan amannya sebuah rumah tangga, karena sebenarnya semua saling berkaitan satu sama lain tinggal pintar pintar mencari benang merah dari suatu permasalahan meskipun itu tidak mudah.

Semoga beberapa artikel yang telah saya sampaikan dapat membuat kita sadar dan juga bisa meminimalisir tindak perilaku terorisme yang ada jika tidak bisa, minimal dapat saya gunakan sebagai pengingat terutama untuk diri saya secara pribadi, karena luas dan kompleksnya permasalahan meskipun saya tidak bisa memastikan apa yang saya kontribusikan dapat mengurangi tindakan terorisme, minimal akan membuat sebuah perjanjian di dalam diri saya secara pribadi untuk tidak melakukan / menambah angka terorisme yang telah ada, begitu saja mohon maaf jika ada kesalahan, terima kasih. sekian.

Dengan
halo.... apa kabar, senang berjumpa dengan anda